Monday, January 10, 2011

CASUAL SEX: HAVE YOU EVER DONE THIS?


Pikiran saya lagi jernih untuk menuliskan satu lagi artikel mengenai tema yang cukup ekstrem: casual sex! Pernah terjebak dengan kondisi seperti ini? Ayo, jangan bohongi diri sendiri, semua orang pernah melakukan kesalahan, kalau salah satu kesalahannya berupa melakukan hubungan sex satu malam didasarkan pada chemistry yang dibangun tiba-tiba dan secara mengejutkan menyuruh orang di samping tempat tidur untuk langsung pergi begitu saja itu masih sah kok. Sebenarnya, casual sex sendiri tumbuh dari rasa penasaran seseorang karena terlalu jenuh dengan rutinitas yang mencekik. Bisa dilakukan oleh segala jenis gender dan dari berbagai usia. Wah, pantas saja abg sekarang banyak yang sudah tidak perawan, rasa penasarannya kelewat besar sih!

Well, casual sex sendiri punya istilah yang berbeda-beda. Kita tentu mengenal one-night stand, hook up, atau sex after lunch. Itu semua didasarkan pada pengalaman saja. Kalau saya lebih condong menggunakan istilah casual sex karena terkesan masih santun dan paling-paling sex yang dimaksud hanya sebatas ciuman, french kiss mungkin. Kalau one-night stand terkait dengan make love, berbagi cairan tubuh, hook up lebih seram lagi bisa berlangsung lebih dari sekali. Sedangkan sex after lunch selalu identik dengan toilet, blowjob, dan tissue. So, what did you done? Terserah mau jawab yang mana, tetapi yang paling bijaksana simpan saja dihati, kalau mau di sharing boleh sekali.

Akibat terparah dari casual sex bisa hamil atau sial-sialnya terkena HIV/AIDS. Makanya, sangat disarankan kalau mau melakukan gunakan kondom atau tidak dilakukan sama sekali. Sebab munculnya kegiatan ini berasal dari efek kesendirian yang penuh, partnernya sibuk dengan urusan bisnis, atau selalu tertarik dengan penampilan fisik seseorang dan ingin cepat-cepat mencicipinya. Wah, kamu pikir itu masakan etalase yang boleh dicicip-cicip tiap menit. Selain itu, casual sex tumbuh di lingkungan yang kurang harmonis, karena desakan mental muda atau terlewat muda yang menguap tajam serta dibarengi dengan stimulus otak jorok berkat film porno yang sering diputar berkali-kali. Sisanya, tinggal alam bawah sadar yang bermain. Kalau sampai terjebak sih urusan belakangan, yang penting senang dahulu deh.

Kalau pengalaman, saya tidak yakin itu akan saya kategorikan kemana. Pastinya, itu private. Do you wanna know? Better you done it first and come to me for a whole full story of it. Pengalaman yang senyata-nyatanya yang bisa membuat kita terbelalak betapa sedihnya casual sex itu. Kalau sampai terjebak suka beneran, bagaimana? Bagus sih, jadinya hanya dengan dia ke depannya, tetapi kalau ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan, mau dibawa kemana anak dalam kandungan atau virus yang sudah menempel?

Masih belum yakin dengan penjelasan ini, lebih baik tonton saja film berjudul ‘Casual Sex?’ yang rilis 1988 silam. Film bergenre komedi itu bercerita tentang dua orang perempuan yang saling bersahabat yang pergi berliburan untuk mencari lelaki yang tepat untuk hidup mereka. Apakah nantinya petualangan mereka hanyalah sebuah casual sex, itu tergantung kamu menyimak film tersebut secara utuh. So now, it’s time to find your desire, only have a casual sex, a real relationship, or still single till the perfect moment. All your thoughts are fine. Asal jangan jadi menyesal setelah memilih itu, lalu kabur, dan membuka lubang baru yang ternyata tetap sama. Then, be safe!

FYI- This article come suddenly, nothing to share anything

No comments: