Coba diingat-ingat, inspirasi kamu biasanya datang darimana? Orang tua? Guru? Musik? Atau Film kah? Kalau jawabannya yang terakhir kamu harus list nih, apakah karakter berikut ini juga masuk karakter di film yang telah menginspirasi kamu dalam menjalani hidup. Penasaran siapa saja karakter itu dan bagaimana mereka bisa dibilang telah menginspirasi dan memiliki karakter yang kuat sehingga sulit untuk dilupakan. Well, it’s time to prove it!
Sean Penn as Harvey Milk (Milk)
Pernah nonton film bergenre drama yang keluar sekitar tahun 2008? Kalau belum, ada baiknya film ini ditonton untuk referensi kamu kalau ada dalam situasi ingin mengambil risiko, tapi tidak berani. Film yang ceritanya diilhami kisah nyata tentang aktivis hak-hak kaum gay dan seorang politisi bernama Harvey Milk di tahun 70-an, memberikan pelajaran untuk berani maju walaupun kita berbeda. Diceritakan seorang Harvey Milk diulang tahunnya yang ke 40 tahun, berkeinginan untuk terjun ke dunia politik. Situasi tersebut jelas dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk menggulingkannya. Setelah dua kali gagal dalam mendulang masa untuk mejadi walikota dan ketiga kali gagal pula terpilih menjadi Majelis Umum di negara bagian California, Milk akhirnya berhasil menang menjadi Dewan Pengawas pada kota San Francisco. Karakter Milk diperankan oleh Sean Penn yang akhirnya membawa Sean menang sebagai Best Actor pada perhelatan Oscar tahun 2008. Proses pembelajaraan menjadi pribadi yang ingin terus maju atas semua kegagalan yang terjadi inilah yang akhirnya menjadikan karakter Milk patut diteladani. Walau merasa berbeda, kita tetap bisa melakukan apa pun di dunia, tanpa takut merasa salah, dicemooh, atau bahkan tidak akan mendapat apa-apa. Then, if you don’t believe it, list this film to accompany you this weekend.
Whoopi Goldberg as Deloris van Cartier/Sister Mary Clarence (Sister Act 2: Back in the Habit)
Film yang selalu ditayangkan setiap natal ini, pasti sudah diketahui banyak orang. Bergenre komedi, film yang sudah dibuat sequelnya ini benar-benar mampu menginspirasi yang menontonnya. Tidak hanya dari suatu golongan tertentu, tetapi semua orang dari berbagai kalangan. Peran sentralnya ada di tokoh suster jadi-jadian yang diperankan oleh Whoopi Goldberg sebagai Deloris, yang pekerjaan aslinya adalah penyanyi club malam.
Di film sequelnya ini, para suster dari SMA St. Francis Academy kembali membutuhkan jasa Deloris untuk memintanya mengajar seni musik di sekolah tersebut. Untuk kepentingan penyamaran, Deloris akhirnya mengubah namanya menjadi Sister Mary Clarence. Anak-anak yang diajar Deloris semua berasal dari anak-anak bermasalah yang dibuang di kelas tersebut untuk didik dengan cara yang berbeda. Di awal pengajaran, semua murid seperti biasa menjahili guru baru yang hadir untuk mengajar mereka. Kejahilan itu ternyata juga menimpa Deloris dan hal itu tidak membuatnya gentar, tetapi semakin tertantang untuk mengajar para murid. Sampai akhirnya, Deloris alias Sister Mary ini berhasil mendidik para muridnya dan membawa mereka menjuarai lomba choir tingkat nasional.
Cerita dengan alur klasik yang menghibur ditambah beberapa lagu-lagu gospel yang dinyanyikan, menambah serunya menonton film ini. Selain itu, sisi insipiratif dari Deloris yang pantang menyerah, suka tantangan, dan cara mengajarnya yang bersahabat membuat yang menonton benar-benar bisa merasakan karakter Deloris secara nyata. Well, sebenarnya sih karakter Deloris itu simpel banget, tapi pembawaan Whoopi Goldberg sebagai aktris kawakan dengan kualitas akting yang baik, membuat karakter ini selalu dikenang sepanjang masa dari awal dirilis pertama kali tahun 1993.
Gary Oldman as James Gordon (Batman Begins)
Dalam sebuah film superhero, karakter sentralnya jelas ada pada si pahlwan gagah berani yang siap melawan para musuh jahat yang mengusik kedamaian dunia. If you think the same, you better check out more details about Batman movies or comics. Di samping karakter Batman atau Robin yang gagah, ganteng, memiliki sikap tolong-menolong, dan siap menjaga dunia, ada karakter lain yang patut diteladani. Dia adalah James Gordon atau Letnan Gordon. Tokoh polisi anti korupsi ini, nyatanya memiliki karakter kuat yang sepatutnya dicontoh banyak orang.
Seperti biasa, James Gordon hanyalah tokoh pendukung, namun karena sikapnya yang paling jujur di antara para polisi yang lain, membuatnya dipercaya Batman untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah terkait keselamatan kota Gotham. Awalnya peran Gordon dalam film Batman Begins yang rilis 2005 lalu ini ditawarkan kepada Chris Cooper, aktor kawakan berumur 59 tahun. Namun karena alasan keluarga, peran ini pindah ke Gary Oldman yang mampu memerankan tokoh polisi anti korupsi secara natural. Atas peran ini pun Oldman berkomentar bahwa “I embody the themes of the movies which are the values of family, courage, and compassion and a sense of right and wrong, good and bad and justice.” How wise he is! Sandra Bullock as Leigh Anne Tuohy (The Blinde Side)
Film inilah yang akhirnya membawa Sandra Bullock menang sebagai aktris terbaik versi Golden Globe dan Oscar pada tahun 2009 lalu. Di film ini, akting Sandra semakin mantap. Walaupun di sisi lain, kehidupan percintaannya harus kandas di tengah jalan.
Berperan sebagai Leigh Anne Tuohy, seorang ibu yang bekerja sebagai interior designer memiliki anak laki-laki yang masih remaja bernama Sean Jr, awalnya karakter ini terkesan biasa. Namun, karena filmnya sendiri diangkat dari kisah nyata, membuat karakter ini terasa berkesan. Atas semangatnya membimbing teman anaknya yang bernama Michael Oher untuk terus maju dan pantang menyerah, karakter ini begitu inspiratif ditambah dengan dialog-dialog manis yang tidak berkesan dibuat-buat. Merasakan kehadiran karakter ini sama saja dengan mendapat teman baru yang siap menjaga kita dikala berada di titik terendah dalam hidup. Pantas saja, karakter ini begitu kuat dan mengenang di pikiran yang menontonnya.
Alan Arkin as Edwin Hoover (Little Miss Sunshine)
Film nominasi Oscar tahun 2007 ini adalah sebuah film keluarga yang patut ditonton oleh seluruh keluarga di dunia. Cerita yang dibangun benar-benar apik, alurnya pas, intriknya yang mengesankan, ditambah akting para pemainnya yang saling tek-tok satu sama lain membuat film ini menjadi film favorit banyak orang. Hal tersebut menjadikan Little Miss Sunshine sebuah film bergenre drama-komedi yang banyak mengandung pesan moral di dalamnya.
Dari sekian banyak karakter di film ini, salah satu karakter menonjol yang pasti diingat banyak orang adalah karakter kakek bernama Edwin Hoover yang diperankan oleh Alan Arkin yang sudah berusia 76 tahun. Karakter tersebut nyatanya mampu mewakili karakter kuat yang inspiratif, disamping kelakuan sang kakek yang gemar menghisap ganja dan berkata kasar. Sang kakek yang tinggal dalam sebuah keluarga yang bisa dibilang kurang harmonis, sangat sayang dengan cucunya bernama Olive yang diperankan aktris Abigail Breslin. Si kakek dengan telaten mengajari Olive sebuah tarian yang akan dipertunjukkan Olive ketika akan tampil di ajang pemilihan Little Miss Sunshine. Diketahui bahwa si Olive yang runner up didaulat untuk menggantikan posisi Miss Albuquerque yang tidak bisa mengikuti ajang tersebut. Si kakek yang baik hati dan sangat mendukung Olive untuk maju di ajang tersebut, rupanya tidak disetujui seutuhnya oleh anggota keluarga yang lain. Sikap yang penuh kasih sayang inilah yang sebetulnya menjadikan karakter sang kakek benar-benar memukau dan sulit untuk dilupakan. Tentunya, Alan Arkin benar-benar mampu membawa warna atas karakternya di film ini. Salut!Dev Patel as Jamal Malik (Slumdog Millionaire)
Menang sebagai Best Film di Oscar tahun 2009, membuat banyak aktor dan aktris di film ini langsung terkenal dan menjadi pujaan banyak orang di dunia. Termasuk salah satunya Dev Patel yang berperan sebagai Jamal Malik. Karakter sentral sebagai seorang anak muda berusia 18 tahun bersifat gigih dan mau berusaha serta berasal dari keluarga yang kurang sejahtera ini benar-benar menghipnotis banyak orang.
Bersetting di India, film ini bercerita tentang perjuangan Jamal Malik di kuis Who Wants to Be a Millionaire, versi India. Walaupun sempat ada campur tangan polisi karena merasa Jamal melakukan kecurangan dalam mengikuti kuis tersebut, akhirnya dengan sikap lapang dada, jujur, dan berani mengatakan yang sebenarnya, Jamal berhasil mendapatkan hadiah utamanya. Dengan adanya kilas balik di beberapa scene film ini, membuat alurnya semakin memikat. If there is a chance, catch it because you deserve it!
FYI- This article publish in AY-02 (January 13, 2011)

No comments:
Post a Comment