Saturday, January 1, 2011

VACATION WHILE PROTECTING


Ribut-ribut Indonesia-Malaysia seharusnya menjadikan kita makin aware untuk ikut serta menjaga keutuhan NKRI. Salah satunya adalah dengan datang dan liburan di pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara-negara asing, seperti Malaysia, Filipina, atau Papua Nugini. Walaupun tidak secara langsung menjaga pulau dalam artian tugas-tugas TNI, tetapi kita jadi semakin tahu kalau pulau-pulau terluar di Indonesia itu pada kenyataannya jarang diperhatikan pemerintah dan pada akhirnya bisa jatuh ke tangan negara lain. Agar hal buruk itu tidak terjadi, tidak ada salahnya kan kalau pas liburan ganti suasana dan berjalan-jalan ke pulau-pulau terluar di Indonesia ini. Seperti apa keadaan di sana dan apa yang bisa kamu lakukan di pulau tersebut, check these out!

Pulau Sebatik: condong ke Malaysia
Terletak di sebuah pulau di sebelah timur laut Kalimantan, Pulau Sebatik terbagi atas dua bagian, bagian utara merupakan wilayah Sabah, Malaysia dan di bagian selatan merupakan wilayah Indonesia. Pulau Sebatik merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Timur. Untuk sampai ke Pulau yang masyarakat aslinya disebut suku Tidung, bisa ditempuh dengan perahu motor dari Pulau Nunukan. Harga tiketnya disesuaikan dengan cuaca pada hari itu, bila cerah cukup membayar lima belas ribu rupiah, tetapi jika ombak besar dan cuaca kurang bersahabat harganya bisa mencapai lima puluh ribu rupiah per orang.

Sebagai catatan kamu, kalau Pulau Sebatik menjadi saksi pertempuran hebat antara Indonesia dengan Malaysia yang mempersoalkan status Kalimantan selama kurang lebih 46 tahun. Setelah sampai di Pulau Sebatik, kamu bisa menggunakan jalan darat yang tidak nyaman menuju Kota Sei Nyamuk, Ibukota Kecamatan Sebatik. Karena kondisi masyarakatnya yang memprihatinkan, maka dari segi ekonomi masyarakat setempat lebih condong ke Malaysia, dengan adanya Kota Tawau yang jauh lebih menarik karena dihiasi gedung-gedung menjulang tinggi. Tidak heran, bila nelayan atau penduduk lainnya menjual barang dagangannya di Kota Tawau tersebut.

Sehingga, buat kamu yang ingin melihat lebih dekat Pulau seluas kurang lebih sekitar dua ratus sembilan puluh sembilan kilo meter persegi, harus melihat kenyataan bahwa pengaruh Malaysia sangat kuat pada kehidupan penduduk di sana. Bila ingin membeli sesuatu khas Sebatik, kamu harus mempersiapkan mata uang ringgit, Malaysia karena mata uang itulah yang lebih sering dipakai bahkan diakui oleh masyarakat yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan ini. Alasannya adalah karena nilai mata uang ringgit jauh lebih tinggi ketimbang rupiah.

Pulau Miangas: Hampir milik Filipina
Ketika Indonesia dijajah Belanda, Miangas dikuasai sejak tahun 1677, sedangkan Filipina sebagai negara yang berbatasan langsung dengan pulau ini memasukkannya ke wilayah mereka sejak tahun 1897. Di Peta Filipina sendiri, Miangas dikenal dengan nama La Palmas. Namun, karena ada campuran tangan dunia Internasional, sejak 4 April 1928, Miangas menjadi milik sah Belanda atau Hindia Belanda pada saat itu dan kemudian diwariskan kepada Indonesia sebagai negara bekas jajahannya. Jadi jangan terkecoh bila aplikasi google maps memasukkan Pulau Miangas sebgai wilayah Filipina, tetapi sebenarnya masih sah milik Indonesia.

Pulau Miangas sendiri, merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang cantik dan termasuk ke dalam desa Miangas, kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau yang rawan akan masalah perbatasan, terorisme, dan penyeledupan ini masuk ke dalam gugusan Kepulauan Nanusa. Sehingga untuk sampai ke Pulau ini, harus melakukan penerbangan dahulu ke Manado baru naik kapal feri menuju pulau ini.

Kalau kamu lebih familiar dengan Taman Laut Bunaken yang juga berada di Sulawesi Utara, maka kamu bisa mencoba mengunjungi Pulau Miangas yang terdiri dari beberapa pantai, seperti Pantai Lobo dan Pantai Mera yang keduannya terkenal dengan suasana pantainya yang masih virgin dan tenang. Walaupun banyak yang beranggapan mata uang di Pulau ini adalah peso, itu salah besar, masyarakat setempat masih menggunakan rupiah.
 
Pulau Befondi: Putihnya Papua
Di Pulau yang terletak di Samudera Pasifik dan merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Biak Numfor, provinsi Papua ini, kamu bisa menikmati semilir angin pantai yang mengesankan dengan masyarakat yang tidak begitu primitif dibandingkan dengan kabupaten lain di Papua. Sebagai pulau terluar di Indonesia, pulau ini berbatasan dengan sebuah negara bernama Palau, yaitu sebuah negara kepulauan di Samudera Pasifik yang merdeka pada tahun 1994 dari Wilayah Perwalian Kepulauan Pasifik yang diperintah Amerika Serikat.

Pulau Befondi bisa dikatakan sebagai surganya para pemancing. Buat kamu yang cinta laut dengan segala isinya, di sini kamu bisa melakukan aktivitas snorkeling atau diving jika kamu sudah punya lisensi, untuk bisa menikmati keindahan laut di Pulau yang berbahasa asli Wos Byak. Jangan malu untuk bertanya, karena masyarakat sekitarnya terkenal ramah dan mau membantu. Selain spesies ikannya yang melimpah, terdapat memiliki spesies burung asli Befondi yang bernama golden sea birds.

Tiga pulau terluar di Indonesia ini masih sedikit dari banyak pulau terluar lain yang memiliki kharismanya masing-masing. Namun tetap saja, perlu ada penjagaan dari pemerintah dan kita sebagai anak muda untuk mau jalan-jalan atau berlibur ke sana sembari melihat langsung masyarakat yang berlabel WNI tetapi lebih sering mengagung-agungkan negara lain. So, don’t waste your time, just go vacation while protecting!

FYI- This article publish in KB (September 2010)

No comments: